About

Annisa. Begitulah rangkaian 6 huruf indah yang diberikan kepada seorang gadis kecil yang terlahir di Bukittinggi awal Januari 90an.  Menghabiskan 18 tahun hidup bersama dengan Orang Tua yang paling dikasihi dan 2 adik laki-laki di Kota Terindah, Bukittinggi.

Menempuh pendidikan Taman Kanak-Kanak di TK Islam Alfalah kemudian dilanjutkan ke pendidikan dasar di SD Negri 21 Padang Luar. Berbagai pengalaman lucu dan tak terlupakan terjadi selama 6 tahun pendidikan dasarnya. Ia termasuk murid yang mungkin disayangi gurunya sehingga para guru itu seriiing sekali minta tolong padanya. Mulai dari hal-hal normal seperti memberi nama sampul buku untuk teman-temannya, menyalin di papan tulis yang kala itu masih 100 % kapur hingga pertolongan yang abnormal seperti membeli gorengan, kue hingga memasak air panas! Suatu kali ia pernah diminta untuk menjadi duplikat presiden perempuan pertama RI Megawati pada pawai allegoris kemerdekaan RI tanggal 18 Agustus tahun 2003 silam. Memang merupakan suatu kebanggaan menjadi “Megawati Kecil”, namun di balik itu semua kepenatan yang luar biasa mengelilingi daerah-daerah itu sambil berjalan kaki dan melambai-lambai bak Putri Indonesia. Sampai-sampai di tengah perjalanan, Sepatu pansus ibu-ibu yang dipakainya nyaris copot!

Tahun 2005 ia melanjutkan pendidikan menengah pertamanya di SMP Negri 2 Bukittinggi. Tidak jauh berbeda dengan pengalaman sebelumnya, guru kesenian juga pernah memintanya untuk ikut memeriahkan pawai allegoris RI pada 18 Agustus tahun 2005 silam. Lagi-lagi kejadian aneh dan dangat tidak lucu terjadi. Kala itu , Nisa, begitu ia akrab disapa mengenakan baju adat Bengkulu bersama pasangannya, Beni. Setelah menempuh perjalanan 2 jam dari Lapangan Kantin menuju Taman Jam Gadang, Bukittinggi ia turun dari bendi (kereta kuda) yang membawanya keliling Bukittinggi. Nah, kejadian naas dan memalukan terjadi. Sarung yang dipakinya tiba-tiba melorot jatuh hampir seperempat kakinya dan tali pengikat pinggangnya pun tiba-tiba longgar dan ikut melorot juga. Aduuuuuhh…. ! Kontan semua panic termasuk si Beni itu dan si kusir bendi.Tapi syukurnya kejadian itu bisa segera diatasi..

SMA N. 2 Bukittinggi menjadi tempat menimba ilmu selanjutnya. Siswa jurusan IPA ini juga dipercayai untuk menjadi opener atau pembuka pada pawai allegoris tahun 2006. Untungnya, tidak ada kejadian memalu kan seperti tahun silam. Ditempatkan pada jurusan IPA membawanya sedikit stress dan hampir gila karena pada penerimaan rapor semester 3  nilainya Alhamdulillah ancuur banget! Terlebih pada mata pelajaran Kimia yang mungkin sampai mati nanti gak akan pernah ia mengerti. Didukung dengan guru-guru Kimia yang Alhamdulillah sangat membuatnya pusing dan hingga keringat dingin bahkan sampai ia tidak mengerti sedang belajar apa.

Pertengahan Juli 2009, penggila Britney Spears ini diterima di salah satu perguruan tinggi di Bandung. Awalnya ia tidak mau untuk melanjutkan pendidikan di Indonesia karena gak tau lah ada obsesi apa ingin melanjutkan pendidikan di Malaysia, Singapore Inggris dan Jerman. Tapi ternyata Tuhan belum mengizinkan dan menempatkannya di Bandung untuk menjalani perkuliahan di di salah satu PT terkemuka. IM Telkom. Semoga perjalanan hidupnya ke depan akan dilalui dengan sempurna dengan bantuan Tuhan yang menyayanginya.

I Don’t Like Defining My Self,  I Just I’am – Britney Spears

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s