Biography's

Sparkling Cantik

Profil Pribadi

H. Suarlis M. Noor

H. Suarlis M. Noor, dilahirkan di Bukittinggi, Sumatera Barat 51 tahun silam. Memulai pendidikannya di salah satu SD yang berlokasi di daerah kampung, Guguak Tinggi, SMP dan SMA di Bukittinggi.

Pada tahun 1980an, putra ke 5 dari 12 bersaudara ini memutuskan untuk merantau demi melanjutkan pendidikan ke salah satu Universitas di Yogyakarta dengan mengambil program studi Teknik Industri. 3 Tahun menyelesaikan program Diploma III di negeri kota budaya itu, ia pun memutuskan untuk menetap disana sambil meneruskan tawaran yang sempat diterima saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) dulu, yaitu bekerja di salah satu perusahaan penyedia layanan Caterpillar, PT Trakindo Utama.

Awalnya tawaran ini terlihat begitu menggiurkan, namun setelah dijalani, ia merasa tidak cocok karena ditempatkan tidak sesuai dengan posisi yang harusnya diisi oleh lulusan Diploma III. Ia malah ditempatkan di divisi workshop yang sebenarnya itu diisi oleh lulusan SMK.

Alasan lain yang membuat hatinya surut untuk melanjutkan pekerjaan di PT Trakindo adalah beban kerja yang terlalu berat. Ia harus masuk dari pukul 5 subuh dan baru pulang pukul 7 malam. Hal ini juga dikeluhkan oleh orang tuanya. Akhirnya setelah 5 bulan menjalani pekerjaan di PT. Trakindo, Om Lis, biasa ia disapa oleh rekan, karyawan dan handai taulan memutuskan untuk keluar dan berhenti dari pekerjaan itu.

Lalu apa yang dilakukannya kemudian? Orang tua menyarankan agar ia melanjutkan usaha yang sudah dirintis ayahnya. Meskipun dari background pendidikan agak jauh hubungannya, tapi H. Suarlis tidak takut untuk mencobanya.

Profil Bisnis

Cantik di Blok M Square

Nama                    : Cantik

Jenis                      : Grosir & Retail perhiasan

Adalah pada awal April tahun 1984, Suarlis membuka usaha baru dengan bantuan modal dari orang tua. Modal yang diberikan bukan semata-mata diberikan begitu saja tanpa dikembalikan, tapi ada konsekuensi yaitu modal itu hanya bersifat pinjaman dan harus dikembalikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Lalu Suarlis pun memulai bisnis nya di bidang perdagangan emas dan perhiasan. Pada masa-masa operasinya, lokasi tempat toko mas nya berada merupakan lokasi yang sangat sepi pengunjung. Boleh dikatakan “hopeless” lah dari segi lokasi. Toko Mas ini awalnya bernama Toko Mas “Murni”.

Setelah perjalanan 2-3 bulan, dengan tangan dinginnya Suarlis bisa “menyulap” lokasi yang dulunya tidak dilirik menjadi dilirik masyarakat. Salah satunya mungkin dengan pembaharuan koleksi emas dan perhiasan. Tidak ditemukan kesulitan berarti pada masa ini. Lalu dengan grafik yang semakin membaik, Suarlis pun memutar otak mencari peluang apalagi yang bisa ia dapatkan.

“ilham” pun datang setelah ia kembali dari Jakarta. Ia mendapat ide untuk mengembangkan koleksinya yang hanya terpaku pada emas 24 karat ke emas 22 karat. Meskipun ide ini beresiko tinggi, karena se-Padang/se-Sumbarnya belum satupun toko yang menjual mas 22 karat. Mungkin karena kecendrungan dari masyarakat untuk menggunakan mas 24 karat, yang katanya lebih “bernilai jual” tinggi. Namun ia melihat keadaan sebaliknya di ibukota. Di Jakarta malah tidak banyak toko mas yang menjual mas 24 karat.

Ya. Sesungguhnya dari segi “harga jual kembali’ memang mas 24 lebih tinggi nilainya dari mas 22. Namun dari segi bentuk, model, dan keawetan (tidak mudah bengkok) mas 22 jauh lebih baik.

Akhirnya Suarlis pun mencoba untuk menjual mas 22 karat di tokonya.  Respon luar biasa datang dari masyarakat. Perkembangan penjualan emas 22 semakin meningkat, dan pesaing dari toko lain juga mengisi dengan emasn 22 karat. Melihat ini, Suarlis pun mencari cara untuk mendapatkan Pemasok emas 22 dari Jakarta agar barang bisa langsung dari pabrik dan harga (biaya) menjadi murah.

Akhirnya Suarlis berhasil mengajak Pemasok untuk bekerjasama. Dengan kerjasama ini, bisnis emas 22 karat semakin berkembang hingga menjadikan tokonya sebagai Grosir Utama dan Retail untuk wilayah Sumbar.

Tidak berhenti sampai disitu, Suarlis kemudian melirik pasar di luar Sumatera Barat. Daerah pertama yaitu Batam. Untuk Batam, ia memfokuskan menjadi pemasok emas 22 karat saja. Batam pun dikuasai, ekspansi dilakukan hingga Tanjung Pinang dan Pekanbaru. Setelah berjalan beberapa lama, akhirnya Pekanbaru berhasil “dikuasai” hingga membuka toko retail sendiri.

Pada medio 1985, perkembangan bisninya di Padang semakin menunjukkan nilai positif dan pembeli semakin ramai. Melihat kenyataan ini, empunya bangunan berniat untuk membuka toko yang sama dan memintanya pindah dari sana. Yah apa mau dikata, karena status toko itu masih sewa, pindahlah beliau ke lokasi baru tepat di depan toko yang lama. Nama toko pun diubah menjadi Singgalang Indah.

Dengan perkembangan yang ada, awalnya hanya ada 1 toko retail di Padang, kemudian ia membuka toko lagi di kawasan yang sama dengan Brand baru yang bertahan hingga saat ini disetiap tokonya, Cantik.

Dengan Brand ini, makin memantapkan eksistensi  perusahaannya dan mengembangkan sayap ke berbagai daerah disekitaran Sumatera dan Jawa. Hingga pada tahun 2000an, ia sudah membangun anak perusahaan dari Padang, Batam, Pekanbaru, Jambi hingga Jakarta. Bahkan pasar Jakarta yang notabene agak sulit dikuasai karena berbagai hal, berhasil dikuasainya.

Produk yang ditawarkan pun semakin dikembangkan. Sekarang tidak hanya terbatas pada transaksi emas 24, 22 karat, tapi juga ada emas putih, permata hingga diamond berbagai jenis. Selain itu ia juga menyediakan transaksi valas berbagai mata uang asing.

Tag line dari Cantik sendiri yaitu, berhias sambil menabung. Jadi setiap orang membeli perhiasan darinya, otomatis perhiasan itu akan menjadi investasi. Selain itu, orang2 juga bisa menitipkan emas dan perhiasan dan tiap bulan mereka akan diberikan kompensasi sesuai dengan jumlah barang yang mereka titipkan.

Dalam hal manajemen perusahaan, Suarlis menerapkan pola manajemen yang sangat sederhana. Ia tidak mengangkat seorang manajer pun untuk fungsi pengelolaan/pengawasan. Semuanya dihandle sendiri, tapi ia mengangkat seorang pimpinan di tiap tokonya. Jadi alur koordinasi langsung up and down (lini). Termasuk masalah keuangan, semuanya desentralisasi dan tidak ada pengeneralisasian keuangan semua toko.

Mengenai  pembiayaan, ia tidak pernah meminjam modal dari bank. Semua pembiayaan atas ekspansi dan operasional perusahaan dilakukan secara mandiri dari omzet yang ada. Dia memilih ini karena laba dari penjualan perhiasan itu tipis dan tidak banyak, sehingga apabila memakai dana bank maka untuk menutup bunga saja akan kesulitan. Bisnis perhiasan mendatangkan laba yang tipis, tapi laba itu pasti dan tidak akan pernah rugi kecuali karena penipuan atau hal lainnya.

Pernah juga ia mendirikan sebuah pabrik pengolahan emas. Namum pabrik itu tidak berlangsung lama karena keterbatasan waktu yang dimilikinya, sehingga daripada kocar-kacir, lebih baik ia menghentikan produksi dan memantapkan di bisnis grosir dan retail. Juga karena keterbatasan SDM yang kompeten sehingga makin menyulitkan dalam produksi.

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1998 tidak membuat kegoncangan pada sektor bisnis ini. Bahkan sebaliknya. Para pengusaha sektor ini mendapat untung besar karena harga emas di pasar dunia meroket tajam meskipun Rupiah jatuh terhadap Dollar Amerika. Kenaikan harga emas pun menjadi berkali-kali lipat. Semisal sebelum krisis moneter harga emas Per kilogramnya hanya 27 juta rupiah, pada tahun 1998 menjadi 150 juta rupiah.

Momentum ini sangat dimanfaatkan oleh Suarlis untuk makin mengembangkan usaha. Ia memperbanyak membuka retail baru di daerah-daerah. Hingga saat ini, terhitung sudah 15 toko emas dengan perkiraan omzet per hari 350 juta Rupiah dengan total karyawan mencapai 70 orang. Ia juga mengembangkan bisnisnya dengan membuka beberapa toko sepatu di Bengkulu dan sedang penggarapan 250 unit rumah di Pekanbaru.

Dalam pengelolaan SDM, sebelum ia melakukan perekrutan karyawan baru, mereka  akan ditanya dulu keinginan mendapat salary per bulannya berapa, harus sesuai dengan kebutuhan. Jadi ia tidak mematok harga yang sama untuk semua karyawan. Karyawannya  diberi kepercayaan penuh, dipenuhi semua kebutuhan dan ia menerapkan sistem bagi hasil sehingga setiap karyawan punya rasa memiliki.  Hampir 85% dari karyawan berasal dari desanya. Jadi ia memberdayakan pemuda-pemuda yang ada di desanya untuk menjadi karyawan, meskipun mereka minim pengetahuan tentang bisnis ini. Tetap mereka akan diberikan training.

Ia juga sempat menjadi satu-satunya distributor perhiasan dari Dubai ke Indonesia, berlangsung selama 5 tahun dari tahun 2000 hingga 2005. Ia mengisi hampir semua pasar Sumatera dan Jawa. Namun karena keterbataan SDM yang akan membawa langsung barang-barang itu dari Dubai, maka bidang ini dihentikannya.

Dalam waktu dekat, ia akan coba untuk melirik pasar Indonesia Timur. Sesungguhnya Indonesia Timur itu sangat potensial, terutama dalam hal resource.

Alasan Memilih Role Model

Saya memilih Suarlis M. Noor sebagai Inspirasi Role Model karena saya melihat sendiri track record dia sehari-hari seperti apa. Memang kami tidak sering bertemu, paling hanya ketika lebaran saja. Tapi yang saya perhatikan dan saya dengar, beliau sudah berbuat cukup banyak untuk orang lain.

Salah satunya dilihat dari rekrutmen karyawan.  85 % dari mereka adalah penduduk kampungnya sendiri. Meskipun mereka minim pengetahuan tentang berdagang emas, tapi mereka dilatih dari awal. Jadi kesempatan itu selalu dibuka bagi mereka yang mau.

Ia juga dikenal dermawan. Ia mewajibkan tiap bulan toko-tokonya harus menyantuni dan memberi makan anak yatim. Ia juga sering membantu pembangunan desa dan rumah penduduk setempat yang mengalami  kesulitan. Karena baginya, jika kita memberi banyak, maka Tuhan akan mengganti dengan lebih banyak lagi. Dan kalau seseorang itu sukses, namun  belum sampai pada orang lain, maka ia belum bisa dikatakan sukses.  Karena sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling bermanfaat untuk orang lain.

Kemudian ia juga dikenal sebagai pengusaha yang ulet, tekun, mau belajar dan serba ingin tahu. Setiap survey yang dilakukannya sebelum mebuka toko baru di suatu daerah, pasti dilakukan sendiri. Ia mengutamankan intuisi sendiri, sehingga dapat mengukur bagaimana hasilnya kalau ia membuka toko di daerah sana. Selain terkadang ia mengajak orang-orang yang kenal daerah itu. Tapi untuk yang bisnis retail emas, ia tidak pernah menggunakan jasa konsultan publik untuk membantu survey.

Baginya, banyak bergaul dan membangun jaringan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam bisnis. Karena semakin banyak relasi, semakin banyak juga peluang untuk mengembangkan usaha kita. Artinya, kalau komunitas atau relasi semakin kuat, maka akan semakin mudah untuk memasarkan produk.

Alasan lain kenapa saya terinspirasi oleh Bapak 4 anak ini adalah, karena ia menyeimbangkan bisnisnya dengan agama. Maskudnya ia tidak hanya mengejar kekayaan dunia, tapi juga menabung untuk akhirat nanti. Termasuk dalam setiap pengambilan keputusan, sedikit banyak disesuaikan dengan syariah Islam.

10 D William Bygrave

Dream (Mimpi)

Wirausahawan memiliki visi atas masa depan seperti apa yang mereka dan usaha mereka ingin hadapi. Dan, lebih penting lagi, mereka memiliki kemampuan mengimplementasikan mimpi mereka.

Decisiveness (Ketegasan)

Mereka tidak pernah menangguh-nangguhkan waktu. Mereka membuat keputusan dengan cepat. Kecepatan mereka merupakan faktor kunci kesuksesan mereka.

Doers (Pelaku)

Sekali mereka menentukan suatu jenis tindakan, mereka melaksanakannya secepat mungkin.

Determination (Determinasi)

Mereka mengimplementasikan usaha mereka dengan komitemn total. Mereka jarang menyerah, bahkan pada saat menjumpai kesulitan yang tampaknya tidak mungkin diatasi.

Suarlis merupakan tipe pekerja keras dan pantang menyerah. Di awal-awal membangun bisnis, ia memulai semua konsep sendiri meskipun dibantu oleh orang tua. Tapi hal-hal yang krusial dilakukan sendiri da dialah yang berjuang kesana-kemari untuk mengembangkan perusahaannya.

Dedication (Dedikasi)

Mereka berdedikasi total terhadap bisnisnys, kadangkala mengorbankan hubungan mereka dengan kawan atau keluarganya. Mereka bekerja tak kenal lelah. Dua belas jam sehari dan tujuh hari seminggu bukan merupakan hal yang tidak biasa bagi seorang wirausahawan yang memperjuangkan tinggal landas bagi usahanya.

Ia merupakan orang yang berdedikasi tingi. Melakukan semua apa yang seharusnya untuk mencapai target perusahaan. Dedikasinya tidak perlu diragukan lagi, semuanya dihandle sendiri, bukan berarti otoriter, tapi untuk meminimalisir miss kalau terlalu banyak tingkatan sedangkan ia masih sanggup untuk memantaun langsung.

Ia bekerja tak kenal lelah, selagi itu untuk kepentingan perusahaan. Ke daerah manapun pasti akan didatanginya kalau itu baik. Termasuk ke manapun pameran yang ada pasti akan dihadiri untuk memperkenalkan produk dan melihat peluang yang ada.

Devotion (Pengabdian)

Wirausahawan mencintai apa yang dikerjakannya. Rasa cinta inilah yang menahan mereka ketika usaha mereka mendapat kesulitan. Dan rasa cinta akan produk atau jasa merekalah yang menyebabkan mereka sangat efektif dalam menjualnya.

Pengabdian hampir sama dengan dedikasi. Tapi untuk yang kali ini saya mengkategorikan Role Model sudah melakukan pengabdian masyarakat salah satunya dengan merekrut karyawan-karyawannya dari desa sekitar. Selain itu ia juga mewajibkan setiap bulan semua retailnya memberi makan/menyantuni anak yatim di panti asuhan.

Details (Cermat)

Dikatakan bahwa setan berdiam dalam rincian. Tidak ada yang lebih tepat menggambarkannya daripada saat memulai dan meningkatkan bisnis. Wirausahawan harus menguasai rincian yang bersifat kritis.

Ia menjadi cermat, ketika pengalamannya semakin banyak. Jadi semakin banyak indikator yang dapat dijadikan bahan komparasi dalam pengambilan setiap keputusan. Selain itu, intuisi juga cukup menentukan. Ia lebih suka terjun sendiri, dapat laporan langsung dari pimpinan toko mengenai jalannya usaha, jadi informasinya itu langsung didapat dari sumber. Tentu keakuratannya lebih tinggi.

Destiny (Nasib)

Mereka ingin bertanggung jawab atas nasib mereka sendiri daripada bergantung kepada seorang atasan.

Keputusannya untuk berhenti dari PT Trakindo dan memilih untuk menjadi wirausaha adalah keputusan yang sangat berani dan beresiko. Kalau masih melanjutkan sebagai karywan biasa di PT Trakindo, ia akan sulit mengembangan diri dan mendapatkan yang lebih besar, meskipun pendapatannya sudah pasti dan teratur. Tapi begitu ia merasa tidak cocok, ia langsung tinggalkan meskipun di bidang baru ia belum banyak tau.

Dollars (Uang)

Menjadi kaya bukanlah motivator utama bagi seorang wirausahawan. Uang lebih berarti sebagai ukuran kesuksesannya. Mereka menganggap jika mereka sukses, mereka akan diberi penghargaan.

Ya, penghargaan adalah jenjang tertinggi setelah kesuksesan. Jadi sukses bukan hanya dilihat dari banyak uangnya saja, tapi apakah ia sudah bisa bermanfaat bagi orang lain. Tapi uang menjadi sangat penting, ketika kita ingin membuat manfaat untuk orang lain. Bagaimana lapangan pekerjaan akan diciptakan tanpa ada modal, semuanya perlu uang tapi uang bukan level tertinggi sebuah kesuksesan.

Distrubute (Distribusi Tugas)

Wirausahawan mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada karyawan kunci yang merupakan faktor penting bagi kesuksesan bisnisnya.

Dia menerapkan prinsip manajemen sederhana dan desentralisasi ke setiap toko-tokonya. Ia memberikan otoritas dan wewenang kepada masing-masing pemimpin toko tersebut. Hal ini karena mereka lah yang terjun langsung di lapangan, jadi mereka lebih tau kondisi real di lapangan daripada atasan langsung turun ke bawah.

Kesulitan dan Kemudahan Ketika Menjadi Enterpreuner

Tidak banyak sebenarnya kesulitan yang dihadapi Role Model ketika memutuskan menjadi wirausaha. Apalagi dukungan sudah didapat dari orang tua dan keluarga.

Paling-paling di awal membangun usaha sampai sekarang, keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap langsung digunakan dan berkompeten. Semuanya harus ditraining dari awal.

Kemudahan yang diperoleh diantaranya dukungan dari orang tua (semangat dan modal). Saat itu peluang bisnis emas dan perhiasan juga besar dan ada momentum. Ketika pesaing belum memproduksi emas jenis 22 karat, ia menjadi yang pertama untuk memasoknya. Selain itu mungkin juga do’a dari orang-orang yang direkrutnya sehingga selalu diberi kemudahan.

  1. Kompetensi Yang Dimiliki

Dari Segi Interpersonal :

–          Suarlis mampu mengajak pemasok asal Jakarta pada tahun 1985 untuk menyuplai emas 22 karat padahal saat itu belum ada yang menjual emas 22 karat. Kemampuannya untuk berkomunikasi dan membangun jaringan cukup baik. Ia berpesan bahwa orang yang ingin kita ajak kerjasama, biasanya melihat kegigihan, keuletan dan kedisiplinan kita. Dan kunci utamanya adalah kita harus menjadi mitra yang jujur. Karena harga kepercayaan itu sangat mahal.

Dari Segi Enterpreunerial

-Mungkin Role model “dilahirkan” memang untuk menjadi wirausaha. Tanpa ada background pendidikan  atau ilmu di bidang emas dan perhiasan,  ia mencoba dan akhirnya berhasil. Insting wirausahanya memang ada dan dipergunakan dengan tepat oleh Role Model.

Filosofi Pribadi dan Pandangan terhadap Enterpreuner
Setelah melakukan wawancara langsung dengan Role Model, ia menyebutkan bahwa filosofi hidupnya tidak muluk-muluk, yaitu jadilah orang yang jujur dan tanamkan nilai-nilai agama disetiap tindakan dan syukurilah setiap kenikmatan. Contohnya, jangan takut untuk memberi, karena Tuhan akan mengganti dengan lebih besar. Atau Jangan mudah tergiur dengan untung besar high risk high return karena untung  besar itu sering menjatuhkan. Dan jadilah orang yang pemurah, karena kalau kita suka menolong orang lain, maka orang lain juga akan menolong kita.Ia memandang pilihan orang untuk menjadi enterpreuner sangat bagus. Wirausaha-wirausaha itu adalah orang-orang mandiri yang tidak  bergantung dengan orang lain. Sebaliknya, kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan buat orang lain.

  • Jadilah enterpreuner yang jujur, ulet dan disiplin.
  • Keingintahuan besar
  • Mau belajar
  • Setiap usaha jangan takut rugi
  • Jangan selalu memikirkan untung, hitung yang terburuk dulu, yaitu rugi.
Bisnis Gagal, Sebab dan Penyelesaian
Kegagalan yang menyebabkan usahanya bangkrut total itu Alhamdulillah sampai saat ini belum ada. Tapi ia mengkin pernah mengalami kerugian. Seperti ditipu pembeli dan terbeli barang curian sehingga pernah dianggap penadah. Dan kalau kira-kira tokonya itu disuatu daerah tidak berjalan bagus, maka ia langsung stop dan tutup. Baginya kalau perkembangan tidak bagus, maka jangan menunggu lama, Karena biaya juga akan semakin besar, sementara margin buat kita sedikit. Jadi biasanya ia langsung memindahkan ke daerah lain yang lebih potensial.Yang Dapat Dipelajari dari Role Model

Menjadi enterpreuner adalah sebuah pilihan yang dianggap paling ideal, apalagi untuk anak muda di zaman sekarang ini.  Mulailah membuka usaha, meskipun usaha itu kecil. Jangan takut untuk mencoba karena jika tidak pernah mencoba maka kamu tidak akan merasakannya.

Jika sudah terjun ke dunia usaha, jadilah seorang yang tangguh dan tidak mudah dikalahkan oleh keadaan. Berlakulah cermat, disiplin dan yang oaling penting jujur karena harga sebuah kepercayaan itu sangat mahal.

Triknya dalam menghadapi kompetitor adalah dengan terus menyupport karyawan agar soliditas tim semakin kuat dan membenahi produk yang ada. Ia juga mengharapkan karyawan-karyawannya agar semakin jeli dalam membaca pasar.

Hal penting lainnya yaitu terapkanlah nilai-nilai ajaran agama pada setiap usaha yang ingin dibangun. Jangan jadi pengusaha yang kikir, karena semakin banyak memberi, maka akan semakin banyak penggantian yang akan kamu peroleh.  Nikmatilah setiap nikmat yang sudah diberikan Tuhan. Karena sekaya apapun kita jika kita tidak bisa menikmatinya, maka tidak akan ada keberkahan atas kekayaan itu.

Bagaimana Seharusnya Enterpreuner Bertindak

Dari pengertian Wirausahawan sebelumnya, maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa seorang wirausahawan adalah individu-individu yang berorientasi kepada tindakan, dan memiliki motivasi tinggi, yang beresiko dalam mengejar tujuannya.

Untuk dapat mencapai tujuan-tujuannya, maka diperlukan sikap dan perilaku yang mendukung pada diri seorang wirausahawan. Sikap dan Perilaku sangat dipengaruhi oleh sifat dan watak yang dimiliki oleh seseorang. Sifat dan watak yang baik, berorientasi pada kemajuan dan positif merupakan sifat dan watak yang dibutuhkan oleh seorang wirausahawan agar wirausahawan tersebut dapat maju/sukses.

Daftar ciri-ciri dan sifat-sifat profil seorang wirausahawan:

  1. Percaya Diri.
    Wataknya : Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  2. Berorientasikan tugas dan hasil.
    Wataknya : Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan emiliki inisiatif.
  3. Pengambil Resiko.
    Wataknya : Memiliki kemampuan mengambil resiko dan suka pada tantangan.
  4. Kepemimpinan.
    Wataknya : Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  5. Keorisinilan.
    Wataknya : Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  6. Berorientasi ke masa depan.
    Wataknya : Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan.
  7. Jujur dan tekun.
    Wataknya : Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja

Menjadi enterpreuner adalah sebuah pilihan yang dianggap paling ideal, apalagi untuk anak muda di zaman sekarang ini.  Mulailah membuka usaha, meskipun usaha itu kecil. Jangan takut untuk mencoba karena jika tidak pernah mencoba maka kamu tidak akan merasakannya.

Jika sudah terjun ke dunia usaha, jadilah seorang yang tangguh dan tidak mudah dikalahkan oleh keadaan. Berlakulah cermat, disiplin dan yang oaling penting jujur karena harga sebuah kepercayaan itu sangat mahal.

Triknya dalam menghadapi kompetitor adalah dengan terus menyupport karyawan agar soliditas tim semakin kuat dan membenahi produk yang ada. Ia juga mengharapkan karyawan-karyawannya agar semakin jeli dalam membaca pasar.

Hal penting lainnya yaitu terapkanlah nilai-nilai ajaran agama pada setiap usaha yang ingin dibangun. Jangan jadi pengusaha yang kikir, karena semakin banyak memberi, maka akan semakin banyak penggantian yang akan kamu peroleh.  Nikmatilah setiap nikmat yang sudah diberikan Tuhan. Karena sekaya apapun kita jika kita tidak bisa menikmatinya, maka tidak akan ada keberkahan atas kekayaan itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s